Umroh & kekuatan doa

IMG_20180112_065921-1.jpgDulu sekali aku punya pikiran kalau umroh & haji itu hanya untuk orang yang mampu saja, orang yang macam kami ini hanya sebatas angan, bahkan tidak dimasukan ke dream list target kedepan.

Belum terbesit dihati untuk umroh atau haji, karna selalu mikir belom mampu. Karna rumah & mobil saja masih nyicil. Aku selalu memiskinkan diri dengan berkata “nantilah belom mampu, nunggu sudah terkumpul dulu ini.. Itu.. Baru mau umroh atau haji”

Tapi itu dulu, sebelum aku melihat spanduk bertuliskan “Allah tidak memanggil orang yang mampu, tapi memampukan orang yang terpanggil”. Yaps, itu spanduk umroh & haji plus yang dipasang didepan warung makan yang biasa saya, suami berserta anak2 sarapan.

Saya ingat betul, kejadiannya bulan februari 2017 kemarin. Spanduk itu dipasang di warung HD Kayuagung, saya melihat lekat-lekat sambil bilang ke suami “yank, mama mau umroh, Kapan mau ajak mama kesana?” suami bilang, nanti saja karna belum ada dananya. Dan betul, saat itu keuangan belum stabil krna dua bulan lalu saya melahirkan anak kedua saya, manapun uang yang ditabung untuk dibuat acara akikahan anak. Secara logika memang tidak memungkinkan karna dananya ga ada.

Mungkin karna tiap hari ke warung HD itu, saya selalu baca dan mikir ga ada salahnya juga mencoba. Toh ga ada ruginya juga dengan berdoa. Akhirnya saya mulai memasukkan umroh & haji dalam doa saya, pun saya paksa suami untuk berdoa yang sama 😬. Saya cari2 artikel tentang kekuatan doa & sedekah. Semua saya terapkan namun belum ada hasilnya saat itu.

Saya dan suamipun santai aja, karna mungkin kami belum niat betul dengan yang kami panjatkan. Sekitar bulan april, saya membaca di instagram ntah siapa yang posting membuat status “Allah hanya memanggil hambanya 3 kali, pertama panggilan azan, panggilan umroh/haji, terkahir panggilan kematian” hati saya terenyuh. Saya kasih liat suami, terus dia berucap semoga Allah SWT memanggil kita untuk umroh.

Saya semakin bertekad untuk berdoa, sekarang doanya pun diperjelas. Saya berdoa agar Allah SWT berkenan mengundang saya & suami beserta anak-anak untuk umroh ditahun 2017 ini. Saya dan suami sempat berdebat, karna menurutnya mustahil untuk umroh ditahun ini apalagi dengan anak-anak. Tapi saya jawab, tak ada yang mustahil jika Allah SWT berkehendak.

Satu persatu doa dijawab, di bulan April ini juga Cek mi (kakak perempuanku) menawarkan gabung paket umroh mandiri di bulan november 2017. Entah dari mana dia bisa yakin kalo kami mampu 😆. Saya antusias dengarnya, saya bilang ke suami. Tapi jawabannya ga mungkin bisa karna tabungan saja minus. Akhirnya saya diam, tapi saya selalu berdoa dengan sungguh-sungguh bahkan terkadang meneteskan air mata. Doanya tetap sama, agar Allah SWT berkenan mengundang keluarga kecil kami umroh di tahun 2017 ini.

Dibulan Mei tepatnya sebelum akikah anak saya, Cek mi bertanya lagi mau ikut gabung atau tidak karna tiket bulan 11 mau pesan. Saya jawab mau ikut,tapi belum ada dana untuk beli tiket.

Akikah dedek Ara & khitanan bang Zidan dilakukan tanggal 11 mei, cek mi pun turut datang ke Kayuagung. Semalaman dia cerita tentang umroh, besoknya cek mi balik lagi ke Lahat. Saya ajak lagi suami ngobrol serius tentang umroh, tapi kali ini jawaban suami beda. “mama mau umroh ya, kita berdua aja perginya. Biayanya bisa dicicilkan sebelum keberangkatan?Anak2 kita titip dulu aja selama kita umroh, insyallah nanti kalau ada rezekinya kita ajak anak kita umroh bareng tapi bukan sekarang”

Terus terang saya senang mendengarnya, tapi sedikit sedih kalau anak dititipkan apalagi adek ara masih minum ASI. Saya berkonsultasi sama cek Mi jawabannya sama, ga apa2 anak dititip saja dulu dengan mertua atau sama Cek Vi (kakak perempuan keduaku).

Sungguh saya galau, saya belum pernah melepas kedua anak saya seharian, bagaimana dengan 10 hari??. Setiap hari bahasan saya dengan suami tak jauh dari seputar umroh ajak anak atau tidak, saya dan suami sampai tanya2 dengan ustadz dan keluarga mana yang baiknya.

Kesimpulan dari mereka semua ialah, anak kan masih kecil ga akan paham, jadi mending biaya untuk anak diganti sama umroh bapak mertua saja. Akhirnya saya setuju saja. Oh ya untuk diketahui, pada saat ini kami hanya punya uang 10 juta dari sisa acara & angpau aqiqah + khitan kemarin 😅. Sungguh beraninya kami mau umroh, malah mau ajak mertua segala 🙈.

Deadline pembelian tiket di akhir Mei, saya dan suami putuskan untuk pulang dulu ke Palembang untuk bertanya ke bapak mertua, namun sepertinya bapak belum siap.

Akhirnya saya putuskan untuk pesan tiket saya dan suami berdua saja, qodarullah harga tiket untuk bulan November naik nyaris 2x lipat. Yang masih promo dibulan Januari 2018. Cek mi pun batal untuk berangkat umroh karna harga tiket tiba2 naik. Saya pikir ini kesempatan untuk berdoa lagi supaya anak bisa ikut.

Dengan persetujuan suami, saya beranikan diri untuk membeli tiket kami berempat di bulan januari, tentu saja dengan DP awal hanya 10 juta 😂.

Suami bilang gini “kalau pun nanti kita gagal berangkat jangan sedih kalau uang kita hilang” saya manut aja.

Hanya tersisa 6 bulan sebelum keberangkatan, secara logika gaji suami selama 6 bulan pun ga akan bisa menutupi kekurangan pembiayaan itu. Tapi Qodarullah rezeki kami di lancarkan Allah SWT, bahkan dalam satu hari saya bisa Transfer Cek Mi 1-3 juta/hari.

Usaha kami mulai lancar, rezeki mengalir tanpa disangka-sangka akhirnya kami bisa melunasi pembiayaan umroh tepat sebulan sebelum keberangkatan.

Sebulan berlalu, saat sampai di tanah harom saya menangis. menangis karna kebodahan saya yang selalu meremehkan kekuatan doa, menangis karna suka cita saya krn Allah SWT mengabulkan doa kami. Saya menangis karna kami yang bukan apa-apa bisa berangkat ke tanah suci impian semua muslim di dunia. Benarlah janji Allah SWT, DIA tidak memanggil orang yang mampu, namun memampukan kita yang terpanggil. Karna sesungguhnya Allah SWT memanggil semua hambanya tanpa terkecuali, namun hanya kita saja yang mau atau tidak memenuhi panggilan Allah SWT.

Tulisan saya ini semoga bisa menginspirasi, karna  semua doa kita didengar, semua doa kita dikabulkan oleh Allah SWT asal kita percaya dengan keyakinan penuh & berusaha untuk mewujudkannya, tak lupa perbanyak sedekah juga. Jangan ragu dengan kekuasaan Allah SWT, sesungguhnya dialah yang maha kaya, jangan membataskan diri dengan mengatakan kalau kita “tidak mampu, belum mampu” tanamkan afirmasi positif “saya mampu, kita mampu” Insyallah doa kita diijabah, insyallah kita semua bisa diundang ke baitullah.  Aamiin

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s