Galau Bebek

Kurang lebih uda satu minggu ini, aku pengen banget makan yang namanya bebek.

Sanking pinginnya ya, setiap kali liat gerombolan bebek lewat depan rumah. aku bawaannya pengen pegang pisau mulu. *hihihi kumat x-(

Ga tahan boookkk liat bebek goyang-goyang dijalanan. aku mah mau liat bebek bergoyang dikuali *glekk nelen ludah.

Berhari-hari si bebek lewat depan rumah, daannn ga bosen-bosennya juga dia lewat sambil bergoyang-goyang depan aku *aggghrrrhhh #lemparkampak.

Terusss aku bilang sama suami kalo lagi ngidam berat makan bebek. suami sih oke2 aja. Nah… kegalauan itu pun dimulai dari sini #degdeg.

Akhirnya kita berencana beli bebek  dipasar. Simple alasannya suami takut darah. *Ssstttt suami takut motong bebek. Auuu… 😀

Oke deh. Saya putuskan pergi sendirian ke pasar tradisonal yang ga terlalu jauh dari rumah. Sementara si suami pergi kerja. Jarak dari rumah kepasar bisa ditempuh dengan dua cara. Pertama bisa naik kendaraan, yang kedua bisa dengan jalan kaki. Kalo jalan kaki sih… Kira-kira bisa buat orang mandi keringet plus ngos-ngosan. 😀

Akhirnya sampe juga saya dipasar. Tentu saja dengan naik motor menuju kesana. Setibanya disana mata langsung disambut dengan seabrek pedagang yang menjual berbagai lauk pauk yang tentunya mampu membuat saya kalap.

Alhasil lupalah saya dengan tujuan awal saya ke pasar ini :-D. saya belanja segala macam persiapan bahan makanan untuk kebutuhan seminggu. iya, saya memang rutin 4 kali dalam sebulan untuk ke pasar. hihihi hemat bukan?

Puas berbelanja dan dompet jadi kurus saya pun berniat pulang. tapi belom sampe parkiran, langsung keinget sama bebek. morat-marit pulang kerumah nyari hape.

Terus nangis sesegukkan sambil nelpon suami. Dengan sabarnya suami bilang nanti dikasih uang lagi. *ohhh baiknyaaaa #pelukkk suamii

Lanjut dihari berikutnya. hari ini suami menepati janjinya memberikan uang belanja lagi,huraiiiiii. sayapun berniat untuk langsung ke tempat ibu rita. ibu rita itu adiknya mama saya. dia peternak bebek. tempatnya juga tak terlalu jauh dari rumah.

Kegalauan kembali dimulai. disana ga ada yang mau motong bebeknya, terlebih suami ibu rita sedang bekerja. sementara saya sendiri takut kalo harus memotong hewan bernyawa. 😦

Kok makan bebek susah bener ya? 😥

Mungkin karna ga tegaan ibu rita bilang ke saya kalo suaminya uda pulang. biar dia yang motong dan bersihin bulu bebeknya. *huufffff lega 😉

Tapi kita salah dugaaa…. justru kegalauan bebek masih berlanjut saodara-saodara.
iyaa… bebeknya memang uda dipotong dan uda ga ada bulunya lagi. tapi bebeknya masih berbentuk utuh alias belum dipotong.

Sayapun menyuruh suami saya untuk motong-motong bebeknya. Nah disinilah puncak kegaluan terjadi. si suami dengan pedenya memotong bebek lagi arah ekornya. sementara saya mati-matian minta dipoyongin bebeknya dari arah leher. kitapun akhirnya gontok-gontokan.

Belom lagi, kepala kita kliyengan nyariin empedunya tu bebek. suami akhirnya ngambekan karna saya ga percayaan karna suami bilang bebeknya ga punya empedu. tapi saya keukeuh cari empedunya si bebek. krna saya yakin semua mahluk punya empedu tak terkecuali bebek yang dipotong itu. sayapun kecewa. saya yakin bener kalo empedunya pecah dan nyerep ke dagingnya. dan dagingnya bakalan pahit.

Saya pun mulai males-malesan masaknya. tapi karna uda kepengen + laper, sayapun mulai menggoreng si bebeknya. suamipun memberinya nama bebek goreng galau :-P. gimana rasanya? maknyussss….

image

bebek goreng galau :-*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s