Umroh & kekuatan doa

IMG_20180112_065921-1.jpgDulu sekali aku punya pikiran kalau umroh & haji itu hanya untuk orang yang mampu saja, orang yang macam kami ini hanya sebatas angan, bahkan tidak dimasukan ke dream list target kedepan.

Belum terbesit dihati untuk umroh atau haji, karna selalu mikir belom mampu. Karna rumah & mobil saja masih nyicil. Aku selalu memiskinkan diri dengan berkata “nantilah belom mampu, nunggu sudah terkumpul dulu ini.. Itu.. Baru mau umroh atau haji”

Tapi itu dulu, sebelum aku melihat spanduk bertuliskan “Allah tidak memanggil orang yang mampu, tapi memampukan orang yang terpanggil”. Yaps, itu spanduk umroh & haji plus yang dipasang didepan warung makan yang biasa saya, suami berserta anak2 sarapan.

Saya ingat betul, kejadiannya bulan februari 2017 kemarin. Spanduk itu dipasang di warung HD Kayuagung, saya melihat lekat-lekat sambil bilang ke suami “yank, mama mau umroh, Kapan mau ajak mama kesana?” suami bilang, nanti saja karna belum ada dananya. Dan betul, saat itu keuangan belum stabil krna dua bulan lalu saya melahirkan anak kedua saya, manapun uang yang ditabung untuk dibuat acara akikahan anak. Secara logika memang tidak memungkinkan karna dananya ga ada.

Mungkin karna tiap hari ke warung HD itu, saya selalu baca dan mikir ga ada salahnya juga mencoba. Toh ga ada ruginya juga dengan berdoa. Akhirnya saya mulai memasukkan umroh & haji dalam doa saya, pun saya paksa suami untuk berdoa yang sama 😬. Saya cari2 artikel tentang kekuatan doa & sedekah. Semua saya terapkan namun belum ada hasilnya saat itu.

Saya dan suamipun santai aja, karna mungkin kami belum niat betul dengan yang kami panjatkan. Sekitar bulan april, saya membaca di instagram ntah siapa yang posting membuat status “Allah hanya memanggil hambanya 3 kali, pertama panggilan azan, panggilan umroh/haji, terkahir panggilan kematian” hati saya terenyuh. Saya kasih liat suami, terus dia berucap semoga Allah SWT memanggil kita untuk umroh.

Saya semakin bertekad untuk berdoa, sekarang doanya pun diperjelas. Saya berdoa agar Allah SWT berkenan mengundang saya & suami beserta anak-anak untuk umroh ditahun 2017 ini. Saya dan suami sempat berdebat, karna menurutnya mustahil untuk umroh ditahun ini apalagi dengan anak-anak. Tapi saya jawab, tak ada yang mustahil jika Allah SWT berkehendak.

Satu persatu doa dijawab, di bulan April ini juga Cek mi (kakak perempuanku) menawarkan gabung paket umroh mandiri di bulan november 2017. Entah dari mana dia bisa yakin kalo kami mampu πŸ˜†. Saya antusias dengarnya, saya bilang ke suami. Tapi jawabannya ga mungkin bisa karna tabungan saja minus. Akhirnya saya diam, tapi saya selalu berdoa dengan sungguh-sungguh bahkan terkadang meneteskan air mata. Doanya tetap sama, agar Allah SWT berkenan mengundang keluarga kecil kami umroh di tahun 2017 ini.

Dibulan Mei tepatnya sebelum akikah anak saya, Cek mi bertanya lagi mau ikut gabung atau tidak karna tiket bulan 11 mau pesan. Saya jawab mau ikut,tapi belum ada dana untuk beli tiket.

Akikah dedek Ara & khitanan bang Zidan dilakukan tanggal 11 mei, cek mi pun turut datang ke Kayuagung. Semalaman dia cerita tentang umroh, besoknya cek mi balik lagi ke Lahat. Saya ajak lagi suami ngobrol serius tentang umroh, tapi kali ini jawaban suami beda. “mama mau umroh ya, kita berdua aja perginya. Biayanya bisa dicicilkan sebelum keberangkatan?Anak2 kita titip dulu aja selama kita umroh, insyallah nanti kalau ada rezekinya kita ajak anak kita umroh bareng tapi bukan sekarang”

Terus terang saya senang mendengarnya, tapi sedikit sedih kalau anak dititipkan apalagi adek ara masih minum ASI. Saya berkonsultasi sama cek Mi jawabannya sama, ga apa2 anak dititip saja dulu dengan mertua atau sama Cek Vi (kakak perempuan keduaku).

Sungguh saya galau, saya belum pernah melepas kedua anak saya seharian, bagaimana dengan 10 hari??. Setiap hari bahasan saya dengan suami tak jauh dari seputar umroh ajak anak atau tidak, saya dan suami sampai tanya2 dengan ustadz dan keluarga mana yang baiknya.

Kesimpulan dari mereka semua ialah, anak kan masih kecil ga akan paham, jadi mending biaya untuk anak diganti sama umroh bapak mertua saja. Akhirnya saya setuju saja. Oh ya untuk diketahui, pada saat ini kami hanya punya uang 10 juta dari sisa acara & angpau aqiqah + khitan kemarin πŸ˜…. Sungguh beraninya kami mau umroh, malah mau ajak mertua segala πŸ™ˆ.

Deadline pembelian tiket di akhir Mei, saya dan suami putuskan untuk pulang dulu ke Palembang untuk bertanya ke bapak mertua, namun sepertinya bapak belum siap.

Akhirnya saya putuskan untuk pesan tiket saya dan suami berdua saja, qodarullah harga tiket untuk bulan November naik nyaris 2x lipat. Yang masih promo dibulan Januari 2018. Cek mi pun batal untuk berangkat umroh karna harga tiket tiba2 naik. Saya pikir ini kesempatan untuk berdoa lagi supaya anak bisa ikut.

Dengan persetujuan suami, saya beranikan diri untuk membeli tiket kami berempat di bulan januari, tentu saja dengan DP awal hanya 10 juta πŸ˜‚.

Suami bilang gini “kalau pun nanti kita gagal berangkat jangan sedih kalau uang kita hilang” saya manut aja.

Hanya tersisa 6 bulan sebelum keberangkatan, secara logika gaji suami selama 6 bulan pun ga akan bisa menutupi kekurangan pembiayaan itu. Tapi Qodarullah rezeki kami di lancarkan Allah SWT, bahkan dalam satu hari saya bisa Transfer Cek Mi 1-3 juta/hari.

Usaha kami mulai lancar, rezeki mengalir tanpa disangka-sangka akhirnya kami bisa melunasi pembiayaan umroh tepat sebulan sebelum keberangkatan.

Sebulan berlalu, saat sampai di tanah harom saya menangis. menangis karna kebodahan saya yang selalu meremehkan kekuatan doa, menangis karna suka cita saya krn Allah SWT mengabulkan doa kami. Saya menangis karna kami yang bukan apa-apa bisa berangkat ke tanah suci impian semua muslim di dunia. Benarlah janji Allah SWT, DIA tidak memanggil orang yang mampu, namun memampukan kita yang terpanggil. Karna sesungguhnya Allah SWT memanggil semua hambanya tanpa terkecuali, namun hanya kita saja yang mau atau tidak memenuhi panggilan Allah SWT.

Tulisan saya ini semoga bisa menginspirasi, karnaΒ  semua doa kita didengar, semua doa kita dikabulkan oleh Allah SWT asal kita percaya dengan keyakinan penuh & berusaha untuk mewujudkannya, tak lupa perbanyak sedekah juga. Jangan ragu dengan kekuasaan Allah SWT, sesungguhnya dialah yang maha kaya, jangan membataskan diri dengan mengatakan kalau kita “tidak mampu, belum mampu” tanamkan afirmasi positif “saya mampu, kita mampu” Insyallah doa kita diijabah, insyallah kita semua bisa diundang ke baitullah.Β  Aamiin

 

 

Advertisements

Tips umroh bersama duo balita

Alhamdulillah januari 2018 kemarin, aku & suami berserta duo balitaku zidan (3,5) & Arra 1 tahun diberi kesempatan memenuhi panggilan Allah SWT untuk ber-umroh yang pertama kalinya.

Ada sedikit tips yang aku mau bagiin, semoga bisa menjadi pertimbangan untuk emak-emak yang mau mengajak serta anak-anak ke tanah harom. Insyallah, di tulisan selanjutnya aku akan jelaskan tentang pengalaman, serta alasan kami mengajak duo balita kami umroh (ditungguin ya). 😁

1. Pilihlah Travel Umroh yang Aman & memberi diskon untuk balita.

Mungkin emak-emak pada bingung, gimana bedain travel yang aman sama yang abal-abal. Intinya be smart buyer ya mak. Jadi, jangan tergoda sama harga murah, tapi ga memberikan kepastian. Mintalah e-ticket saat melakukan pembayaran pertama (50 persen) dan pelunasan H-30 keberangkatan. Selain menjamin keberangkatan, E-ticket ini penting juga loh mak, untuk persiapan suami ngajuin cuti di kantor. Karna tanggalnya uda pasti ga bakal maju mundur cantik lagi.

Selain E-ticket, mintalah kepada pihak travel untuk menjelaskan apa saja promo bila kita mengajak balita, biasanya anak yang 0-2 tahun dapat diskon hingga 75 persen loh mak. Sementara usia diatasnya macam Zidan, bisa diakal-akalin biar dapet promo juga πŸ™ˆ .

Contohnya nih ya, niat awalnya anak-anak dibagi tidurnya, zidan sama papanya sementara adeknya sama aku. Tapi tetep sih semua bareng sama emaknya πŸ˜‚. Nah ini salah satu trik menghemat loh mak, jadi ga perlu upgrade kamar. Gapapa tidurnya pisah bentar doang, lumayan bisa menghemat 2-3 juta.

2. Lebih baik musim dingin

Pilihlah keberangkatan diawal tahun mak, karna masa itu cuaca di madinah & mekkah sedang bersahabat. Udaranya sejuk cenderung dingin, jadi anak-anak insyallah ga akan kegerahan & ortunya bisa beribadah dengan tenang.

Sementara untuk keberangkatan pertengahan tahun, lebih baik jangan mengajak anak karna suhu panas sekali. Jadi jangan sampai niat kita untuk memperkenalkan ritual indah ini malah jadi momen yang bikin trauma untuk mereka.

3. Pilih transit & cek pesawatnya.

Mengajak satu balita dengan penerbangan jarak jauh itu sungguh menghawatirkan, apalagi dua balita. Kemarin kami memilih transit satu hari di malaysia, tujuannya agar anak ga capek, bonusnya bisa eksplore negara yang terkenal upin ipinnya itu, kan lumayan.

Ga kalah pentingnya untuk cek penerbangan apa yang digunakan. Pesawatnya jenis apa dan adakah inflight entertainment-nya? Alhamdulillah kami menggunakan Saudi Arabian Airlines jadi si besar & si kecil ada kesibukan di pesawat, sehingga ga terlalu merepotkan selama 9 jam penerbangan.

4. Cek lokasi hotel

Jarak hotel yang semakin dekat dengan masjid tentunya akan sangat memudahkan karena nggak terlalu capek bolak-baliknya. Terutama di Mekah, karna areanya lebih luas.

5. Lengkapi perayaratannya

Sama seperti kita, anak-anak pun memerlukan persiapan yang lebih maksimal. Misalnya menyiapkan dokumentasi untuk keperluan keberangkatan seperti paspor, foto, sampai vaksinasi. O ya, Vaksinasi meningitis hanya diperuntukan bagi anak usia 2 tahun ke atas, sementara Arra ga dapet vaksin. Saran dari petugas RS kemarin sih, jauhin aja anaknya dari unta. Syukurnya, pas disana juga kami ga ketemu sama unta.

Bahas masalah vaksin, aku jadi inget saat Zidan tantrum selesai disuntik. Yes, anaknya nangis dari pagi sampe sore. Bukan yang nangis yang terus-terus gitu, cuman pas dia inget dia nangis. Jadi bangun tidur nangis, abis makan nangis & abis mandi juga nangis. Bikin mumet.

6. Bawa perintilan & obatobatan

Sungguh mak, perintilan balita ini buanyak banget. Perintilan Dua balita ini nyaris dua koper gede aja. Alhasil emak ama bapaknya bawa pakaian pake tas ransel πŸ˜….
Wokeh kita cek list dulu guys.

  • minyak kayu putih & telon (biar bayi ga kembung apalgi musim dingin)
  • popok bayi, karna harga disana selangit mending emak2 bawa aja. Kemarin, diapers Arra aja uda bikin resleting koper rusak sangking banyaknya.
  • jaket tebal masing” 2 pasang, ini krna maknya khawatir jaketnya kotor jadi dibawain dua.
  • obat demam, batuk & pilek. Yes, dua anak ku kena demam pas di madinah, mungkin karna kaget cuacanya yang dingin banget, mslah sangking dinginnya pipi, kaki, bibir anakku pecah-pecah ini kejadiannya sama Zidan padahal sudah dipakein minyak zaitun biar kulit ga kering, kalo ara cuma pipinya doang yang kena ruam dingin.
  • vaseline & minyak zaitun. Ini penting untuk mencegah kulit kering & pecah-pecah khususnya selama di madinah.
  • susu, makanan bayi serta camilan. Camilan kemarin aku taro di tas kecil yang dibawa Zidan, Jadi selama nunggu penerbangan anak-anak bisa sambil makan camilannya.
  • bawa mainan kesukaan anak. Ini bisa buat anak sibuk sementara mama & papanya bisa beribadah dengan khusuk.
  • bawa pakaian yang nyaman buat anak, karna penerbangan yang jauh jadi lebih baik anak nyaman sama pakaiannya biar ga rewel.
  • Stoller. Ini biar mama papanya ga cape gendong-gendong anak, anaknya juga bisa sambil tiduran di stroller. Kemarin sih, stroller di khususkan buat abangnya bukan adenya, karna abangnya berat kalau mau digendong terus.
  • gendongan, ini kepake banget saat thawaf & sai. Krn pas thawaf pertama uda sore jadi anaknya uda ngantuk berat, so digendonglah sama papa & mamanya. O ya, perbedaan waktu antara indonesia & arab saudi kurang lebih 5 jam. Anak” biasanya masih kebingungan dengan waktu ini, jadi mereka uda tidur di siang hari dan bangun di tengah malam. Sungguh, yang berat itu mengajak anak shalat magrib & isya karna mereka sudah bobo semua, sementara kalo pas shalat subuh matanya uda terang aja.
  • Kamera. Kemarin sih, nafsu banget bawa dua kamera DSLR ama digital. Nyatanya pas disana, DSLR dilarang pake di dalam masjid. Jadi mending kalo kesana bawa kamera digital ajalah. Lumayan kan hasilnya bisa lebih baik dari pada kamera HP. Jadi bisa di cetak sesuai ukuran yang kamu mau.

7. Buang expektasimu
Intinya beribadah sama anak ga boleh ngotot, harus dipercepat & bikin nyaman anak Insyallah semua aman.
Contohnya kalau tawaf, yah ga usah desak-desakan untuk bisa mencium Hajar Aswad atau lama- lama salat dan berdoa di Raudhah. Duh, mending cari aman aja dari pada anak kita kegencet jamaah yang lain.

Tips biar anak ga cepet bosan, sesekali ajak juga anaknya melipir ketempat lain, seperti main-main sama burung atau beli makanan selain dari hotel, insyallah anak pasti seneng.
Sekian dulu tips dari aku, kalo ada masukan monggo ditambahin dikomentar.

ga bisa masak (mau) punya catering? so, whatt???

Ga bisa masak kok berani-beraninya buka usaha catering???? Masak kok coba-coba 😁, ntar gagal & usahanya bangkrut baru tau.

Nih kuping uda biasa dengerin yang kayak gituan, memang wajar sih karena empunya bisnis memang ga bisa masak. Ibarat kalo goreng ikan tanpa teflon hasilnya otomatis kayak abon, sukses bangetkan hancurnya.

Iyeh, daku ngaku kalo selama hampir 5 tahun lebih nikah ga pernah sekalipun goreng ikan tanpa teflon. Udah jatuh hati aja ma teflon, aku padamu pokoknya.

Balik lagi ke bisnis kuliner yang baru akan aku rintis, catet baru mau rintis yah. Bukan yang uda gede, juga bukan yang ngetop getoh. Kurleb 2 bulan sih uda mulai jalan,Segmennya jugaΒ  baru maen yang kecil aja kayak siapin lunch boks, atau snack rapat itupun rutinnya 2 minggu sekali.

Ada gitu kantor yang mau kerjasama? Memangnya enak? Yaelah.. Mpok.. Aku mana tau enak apa kagak, tapi kalo belinya rutin tiap rapat berarti enak dong, yess.

Kenapa harus bidang kuliner, karna aku ngerasa putaran uangnya cepet balik. Lebih menggiurkan nih dibanding jualan yang lain.Β Lah kan gue juga pingin umroh lagi tong, jadi butuh modal banyak. πŸ˜‚

Lucunya si suami mau-mau aja inves ama istrinya, bukan hanya untuk catering doang tapi ada beberapa usaha dibidang kuliner lain yang belom bisa aku ceritain disini.

Untuk masalah catering, biasanya aku minta tolong sama Cek mi sih buat masak, terkadang suruh ART ku atopun aku pesan makanan lagi sama orang. Kan walaupun, ga bisa masak lidah ik berfungsi dengan semestinya. Jadi tetap bisa bedain mana yang oke atau yang ogah. See?? Jadi gpp kan walo ga bisa masak, ik tetap bisa jadi mentornya doang.

Kalo mau dirunut, penyebab ketidak pintaran daku dalam memasak ini akibat sedari kecil memang dilarang maen didapur. Boro-boro juga mau bantuin masak, duduk lama didapur pun ga boleh. Biasanya mama selalu bilang, “maen sana, jangan ganggu mama masak”. Lama kelamaan mengakibatkan ik hanya tau makan & minta dibuatkan tanpa harus tau prosesnya seperti apa.

Masak-memasak ini ternyata berguna banget pas uda nikah, ik yang seumur-umur taunya makan doang sekarang harus siapin suami pula. Untungnya punya suami yang sabar, dia mau-mau aja ngajarin istrinya perihal goreng mengoreng, memotong, mengulek cabe (sampe sekarang ttp ga bisa, jadi lope banget sama blender)Β padahal doi pun ga pinter masak. Kwkwkwk

Untuk resep, gue comot-comot dari google ada juga yang liat dibuku. Beruntung bangetkan gue hidup jaman NOW gini, semua dipermudah.  pas dieksekusi tinggal panggil suami untuk icip-icip dan tanya letak kurangnya dimana. kebanyakan dia bilang enak, padahal menurutku biasa aja. Tapi dia makan dengan lahap sih, mungkin menghargai masakan istri ato jangan-jangan lidahnya yang mulai rusak. 😁

Selama menikah, bobot suami bertambah pesat. Sebagian orang yang ga kenal sama aku, bilang mungkin cocok sama masakanku padahal aku aja banyak makan diluar πŸ˜‚.

Oh yah uda dulu tulisannya kali ini, intinya ik menginspirasi aja kalo ga bisa masak bukan harga mati untuk memulai bisnis kuliner. Gue pun masih belajar sih, yang penting berusaha & berdoa aja, insyallah bisa menghasilkan uang. Siapa tau kan nanti uangnya bisa bikin istana, atau mau keliling dunia? Kayak lagu anak “bang bing bung” ituh. Iyeh.. Cobain aja dari pada ngayal muluk, siapa tau beneran bisa kan.

Resmi jadi “mama”

jadi ceritanya usai kelar SC, aku pindah ke ruang pemulihan, sementara baby Zidan (oh yah, baby boy ku diberi nama Muhammad Arkaan Sakhi Zaidan, panggilannya Zidan) dibawa keruang bayi sekaligus menjalani pemeriksaan karna terindikasi minum air ketuban yang warnanya ijo ituh.

Aku yang setengah nge fly keluar dari ruang operasi justru ga bisa tidur, padahal sebelumnya mata uda 5 watt aja. Perawat dekatin gue, terus nanya “keluarganya ada dimana bu?” kujawab “ada tuh diluar”. Kemudian perawat keluar dan memanggil. “keluarga ibu Febri silakan masuk, tapi ternyata ga ada satupun yang masuk.

Daku yang udah celingak-celinguk juga tetap ga ada nemu batang hidungnya pak suami & cek vi. Ya udah terpaksa pejem-pejemin mata aja. Ga lama berselang, mungkin sekitar jam 7 malem datang juga keluarga besar dari pusri. Rame banget, yang bikin heboh Tante neneng datang sambil nangis, katanya dia sedih kalau aku harus operasi. Malah dia bujuk-bujuk jangan dioperasi aja, eh busyeet.. Padahal aku udah kelar aja operasinya.

Mendengar sudah kelar operasi, nyaris seluruh keluarga nanyain mana baby Zidannya. Kemudian mereka semua pergi ke ruang bayi. Mungkin ini kali yang disebut baby blues, karna apa.. Suer… Aku cemburu banget sama si baby yang diperhatiin, padahal daku juga butuh itu. Ga berasa netes juga air mata. Hehehe

Kakak wawan akhirnya datang juga, dia cerita kalau Zidan sempat disuntik oleh dokter. Sambil nunjukin foto Zidan, kak Wawan cerita kalo dia sudah Adzanin.

Dengan antusias, kak Wawan bilang kalau bayi kami putih, lucu dan ada lesung pipinya. Mwndengar kalimat itu, aku rasanya mau lari ngeliat Zidan. Tapi sayangnya belum boleh, karena bayi Zidan besok baru bisa visit ke mamanya.

Oh yah, ada cerita lucu disini. Aku sudah kehausan banget mau minum, karna kan sebelum operasi aku muntah-muntah & ga dibolehin makan atau minum lagi ama perawatnya. Jadi, selesainya operasi maunya langsung minum. Cuma dilarang keras sama keluargaku, kak Wawan pun diwanti-wanti jangan kasih aku minum sampai nunggu kentut. Kalo diposisi gini, kentut itu berharga banget πŸ˜‚πŸ˜‚

Sekitar jam 9 malam , akhirnya aku diperbolehkan pindah keruangan. Saat didorong sama perawat, aku tanya uda boleh makan atau minum apa belum?, dijawab yah boleh aja minum tapi jangan terlalu banyak, untuk makan belom boleh dulu sampai besok pagi. Dalam hati nih bilang “alhamdulillah, akhirnya” sambil cengir dan lirik ke lakik. Kak Wawan mah diem aja.

Jujur aku lupa lantai ntah lantai 3 atau 4 berapa yang ku ingat hanya kamar 309. Seluruh keluarga uda pada pulang termasuk Cek vi, hanya kak Wawan sama aku aja diruangan itu.

Sampai dikamar aku mau minta minum, dikasih sih sebenernya cuma pipetnya dipencet. Jadi yang ada sama juga boongnya, airnya ga bisa keluar. Akhirnya aku minum dengan air yang ditetesin pipet ke mulut. Aku sudah protes kalo bilang sudah boleh minum, tapi suami bilang kan ga boleh banyak-banyak. πŸ˜‘

Ga lama kemudian Wawan uda tidur,Β  aku ngeraih botol air & minum lumayan banyak air. Malam itu, ntah kenapa aku susah tidur. Mungkin krna terlalu eforia mau ketemu sama baby Zidan. Perawat dateng tengah malam buat kasih obat, terus minta izin untuk pencet puting buat pastiin asinya uda keluar apa belum.

Abis minum obat aku tidur & tiba-tiba kebangun aja sekitar jam 4 karena sekujur tubuh meriang, badanku dingin kayak batu es. Ngomong pun sambil bergetar. Panggil-panggil suami tapi ga kedengaran, mau gerak susah. Akhirnya dipaksain ngelempar bantal kearah suami, utungnya kak Wawan cepat tanggap. Dia yang ngeliat aku menggil langsung ngebalurin tubuh sama banyak minyak kayu putih, doubelin selimut juga dan panggil perawat.

Perawat datang, dan bilang itu biasa karna ASI mau keluar. Sungguh, ASI mau keluar aja sakitnya bukan maen. Daku kira mau mampus aja karna kebanyakan minum air putih. Kak Wawan yang suami siaga, langsung buatin teh hangat. 😊 teh yang aku minum itu berasa enak bener dah..

Paginya ketemu sama Zidan, uda lancar aja nyusuin Zidan sih. Cuma anaknya rada ga sabaran, karna mamanya ASInya masih dikit. Hari ini badan cenat-cenut, sakitnya ampun-ampunan. Karna hari kedua uda disuruh gerak, belajar duduk &berjalan. Syukurnya dihari ketiga aku uda lancar jalannya meski masih kayak robot.

Hari ke 5 aku sama zidan udah dibolehin pulang ke rumah, Untuk sementara masih tinggal dirumah mertua selama 3 hari aja sih utnuk belajar cara mandiin & ngurus bayi. Kebetulan bapak mertua juga udah pulang dari RS.

Baru juga dua hari balik dr RS, aku mulai bingung sama sikap Zidan. Anaknya suka pup terus, ada kali 10x lebih & badannya agak kuning. Aku yang panik langsung ajak anakku untuk berobat. Bukannya, dapet pengobatan malah Suami diceramahi sama dokternya. Katanya, ngapain ngajak bayi & istri yang baru lahirin hujan-hujanan berobat. Alhamdulillahnya, penjelasan dokternya bermanfaat banget.

Intinya, dalam ASI mengandung senyawa semacam pencahar, jadi wajar kalo baby sering pup ataupun pipis asal ga lebih dari 20x sehari & ngeASI nya kuat.

Setelah 3 hari dirumah mertua, overall segala tetek bengek soal Zidan aku yang pegang alih, belajar otodidak aja uda bisa sendiri mungkin ini insting ibu kali yah.

Kalo aku ranggum, banyak problem yang mewarnai hidupku dalam mengasuh Zidan, jujur jadi ibu itu capek banget. Capek secara mental lebih tepatnya. Misalnya tengah malam harus gantiin popok dan menyusui, manapun ASI ku masih sedikit dan bayi ga sabaran. Momen ini bikin aku sering nangis.

Belom lagi suara bayi nangis yang berisik banget, jujur aku sampe terkaget- kaget kalo denger Zidan nangis (tapi akhirnya jadi kebal juga), bayi yang dikit-dikit bangun kalo dengar suara gedean dikit. Sungguh, masa-masa yang menguras psikisku.

Ada juga masa-masa, Zidan istilahnya ngalongΒ atau maunya begadang malem. Mama sama papa jadi gantian kayak satpam nih, ada shift-shiftnya πŸ˜…. Belom lagi kalau Zidan sakit, ya udah mama papanya alamat bakal punya mata panda. Abis, kalo demam langsung tinggi bisa sampe 39 derajat aje.

Masa MP-ASI pun banyakan susahnya dari gampangnya, anaknya sulit makan. Jadi harus dipaksain makannya biar cepet gede. Abis, si mama terobsesi sama anak tetangga yang montok nih jadi paksain Zidan banyak makan supaya montok juga.

Mama juga jadi kuper berat waktu ada Zidan, ga salah Zidan juga kali ah.. Cuma mama ga sempet aja buka sosmed krn waktu bayi bobo mamanya ikutan juga. Karna itu, semua akun sosmed nonaktif termasuk blog ini. Butuh waktu sampe 1-2 tahun buat kembali narsis lagi πŸ˜‚.

Ada kebiasaan buruk Zidan yang bikin mama papanya sering puyeng, yakni mau bobo kalo dikelilingin naik motor dulu. Anaknya nangis kejer, ga mau tidur pagi padahal umurnya masih 5 bulanan. Ini mungkin faktor kelaperan karena ASI mama dikit, tapi mama ngotot ga mau kasih sufor. Akibatnya butuh 4-5 keliling naek motor biar bisa tidur pulas. Kebiasaan ini mulai ilang saat usia makan.

Namun secara keseluruhan pertumbuhan Zidan dari oek-oek sampai sekarangΒ  (3,10 bulan) sesuai dengan grafik dari dokter sih. Alhamdulillah anaknya bertumbuh sehat & lucu, bikin gemes mama. Gemes betul sangking gemesnya sering kena cubit karna gangguin adeknya. HehehπŸ˜‚

Kalo ada yang nanya “mana masa bahagianya sih, kok cerita problem mulu?” jawabannya cuma satu, ga bisa diungkapkan. Masa bahagianya banyak banget, sampai bingung mau nulis apa. Secapek-capeknya, atau sesedih-sedihnya mama kalo lihat Zidan ketawa lepas itu rasanya bebannya uda hilang. Mungkin kalo yang uda punya anak bakal tau rasanya kayak apa.

Oh yah, Dengan lahirnya jagoan kecilku ini otomatis sudah ga ada lagi yang nyiyirin “sudah isi belom?” ataupun pertanyaan sejenis yang bisa bikin kuping & hati panas. Hahahhaa.

Sampai disini dulu kisah tebtang perjuangan & lahiran Zidan. Next bakal ceritain keseharian Zidan & sama lahirannya de Arra.

NB: BB pas hamil naik 22 kg dri 50 sampe 72kg aje. Nurunin BB ke normal butuh setahun, Mungkin efek kecapean bisa turun getoh. Sstt… Sebelum ada ART juga aku sama kk wawan, gantian ngasuh anak, jatah2an masak sampe beres rumah & seluruh tetek bengek lainnya, terimakasih tak terkira buat pak suami. We love you so much 😍😘😘😘

 

Drama melahirkan

Nyook lanjutin cerita sebelumnya..

Jadi, di tanggal 23 juni 2014 sekitar pukul 6.30 wib berangkatlah kami bertigaan dengan tas perintilan yang banyak banget, karna kebetulan erina lagi mau sekolah & batal karena aku mau melahirkan. So, dia kerumah sakit dengan pakaian putih biru, tas bahkan sepatu sekolah 😁.

Mungkin ada yang bingung yah, kenapa anak kelas 3 SMP kok diajak ke RS untuk nemenin aku yang mau melahirin?, yah jawabannya simple krna posisi pas aku mau melahirin kemarin, mertua lagi sakit parah, keluarga yang laen pada jauh & aku ga punya orangtua lagi (yatim piatu). Sungguh aku meloww kalau ingat perjuangan melahirkan Zidan.

Sampai ke RS bunda, langsung di cek VT, dll & ternyata baru bukaan satu. Tapi ga disuruh pulang karna kontraksinya bagus & akhirnya langsung masuk ke ruangan bersalin sendirian. Kemudian disuruh pilih dokter, aku udah bilang kalau selama ini kontrol dengan dr Heriyadi Manan. Hanya saja, saat itu dr Heriyadinya ga bisa. Alhasil aku pakai dr. Heni saja, padahal sebelumnya belum pernah satu kali pun dipriksa sama dr. Heni.

Di ruang bersalin aku hanya sendiri, Suami mengurus berkas2 yang dibutuhin, sementara Erina ga bisa masuk ke ruangan karna masih kecil. Bidan dan perawat ngeliat aku sendirian pada kebingungan, dengan menanyakan dimana suami & keluarga lainnya. Disitu aku jawab seadanya saja.

Diruangan bersalin aku melow, panik & kebelet pipis. Kerjaannya bolak balik ke WC aja nih. Masa yang bikin nyali ciut itu, dimana saat aku dengar ada ibu-ibu teriak kesakitan saat mau melahirin. Ada juga yang baru datang sudah nangis-nangis krna keguguran, tapi justru yang bikin sedih, karena aku melihat mereka semua selain didampingi suami juga ditemani ibu atau mertuanya 😭.

Oh yah untuk diketahui, ruangan melahirkan di RS bunda cukup besar. Dibagian depan ada ruang sekat-sekat yang banyak ini dikhususkan untuk kelas 2 atau 3. Kemudian ad sekitar 4 ruangan yang terdiri dari 2 VIP & 2 kamar kelas 1, masing-masing kamar diisi satu orang saja. Bagian kamarku dibaris depan, atau persis disamping ruang sekat-sekat jadi suara yang terdengar cukup jelas & menakutkan.

Selama sendiri, aku berusaha olahraga dengan jalan-jalan keliling kamar aja, sambil menelpon suami agar cepat keruangan. Selesai pengurusan ADM, kak Wawan (red:suamiku) masuk ruangan & bilang kalau sebentar lagi cek Vi bakal datang. Aku disuruh bersabar dan perbanyak dzikir, sementara kak Wawan pamit sebentar untuk mengurus askes bapak mertua yang belum aktif di kantor BPJS.

Sehabis Dzuhur, akhirnya yang ditunggu datang juga. Si cek vi datang dengan tergopoh-gopoh, dia minta maaf datangnya agak telat karna mengurus anaknya dulu yang mau sekolah, sesekali dia menguyon agar aku ga tegang, cuma hasilnya garing sih karna sakit yah jadi sudah ga bisa ketawa lagi.

Sekitar jam 1 cek VT uda bukaan 4 aja, prediksi lahiran pun kata dokternya mungkin tengah malam, untuk mempercepat bukaan disarankan pasang infus induksi. Aku yang ga ngerti manut-manut aja,pikirku makin cepet lahiran yah makin bagus. Sementara si Cek Vi lagi keluar dengan erina (psst.. Erina manggil2 druang bersalin karma ga bisa masuk, dia merengek krn kelaparan πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…) buat cari makan siang dan solat, jadi aku sendiri yang menandatangani surat persetujuannya πŸ˜‚πŸ˜‚. Abis makan Erina disuruh pulang oleh cek Vi naik ojek.

Ga lama dipasang infus, rasanya nyessss… Banget. Sakiittt banget, sakitnya ga berhenti-berhenti sampai buat nafaspun susah. Aku sampe duduk karn kalau berbaring susah buat nafas. Pas cek vi datang, dia langsung berdzikir ga berenti2 sambil usap-usap perutku.

Okeh, disini aku sudah nangis. Dimana jam 3 sore darah uda sering banget keluar tapi bukaan ga nambah-nambah, alias masih bukaan 4 aja. Ga lama suami datang, dan nenangin aku. Tapi percuma aku sudah ga kuaattt.

Perawat bolak balik VT, sekitar jam 4 bukaan mengalami kemundurun jadi bukaan 3. Aku sudah lemas dan susah buat nafas, tensi darah yang awalnya normal jadi rendah. Perawat sudah nelpin dokter, kemudian dikasih opsi buat SC jika bukaannya terus menurun atau aku sudah ga kuat lagi. Jadwal SC dilakukan tengah malam, krna pasien diwajibkan puasa 6 jam terlebih dahulu.

Awalnya aku masih ngotot buat normal namun apa daya, darah semakin banyak keluar dan fisik semakin lemas, mana aku muntah2 terus. Aq bisikin suami, untuk minta SC. Suami langsung cepat-cepat tanda tanganin surat SC dan suruh perawat telpon dr Heni. Beruntungnya aku pilih dr Heni, meski baru aja nyampe rumah, dia langsung cus ke RS lagi buat priksa kondisiku.

Sekitar pukul 5 dr. Heni datang, pas dipriksa aku langsung masuk ke ruang operasi tanpa harus puasa & pemeriksaan lain-lain karna kondisi sudah mebghawatirkan, aku yang sudah kesulitan buat nafas & lemas diranjang. Bahkan aq ga sadar tuh masuk ke ruang operasi.

Diruang operasi beberapa dokter mulai berdoa, ada yang membantu mendudukkanku di ranjang operasi untuk disuntik dibagian punggung. Katanya, suntikan itu sangat menyakitkan tapi sungguh bagiku tak berasa, padahal uda 2 kali disuntik sebab suntikan pertama gagal.

Drama operasi dimulai, baru juga aku dibaringin & bersiap dibedel. Tiba2 lampu mati aje. Apah???? Iya PLN kejam banget. ya robbi, dalam hati aku pikir sudah mati karna semua gelap gulita. Tapi ini ga lama sih, karna otomatis lampu hidup lagi, tapi kebayang ga jadinya kalo lagi dibedel lampu mati? (gimana nasibku 😰)

Diruangan yang aku ingat hanya dingin, dingiiin sekali & sangat mengantuk. Ada Dokter pria (ga tau namanya) sampai pegang2 pipi & sambil ngajak ngobrol. “bu, anak kita laki apa perempuan? Ibu jangan tidur yah, bentar lagi bayi kita lahirloh bu, ibu ga mau denger suaranya?. Nanti abis operasi ibu boleh tidur, sekarang jangan dulu yah” kayaknya cuma itu yang aku ingat, padahal sepanjang operasi dokter ajak ngobrol terus padahal ga ditanggepin juga πŸ˜†

Mau tau rasanya di SC? Sebenarnya ga berasa sih, cuma suara-suara gunting dan alat2 lain itu sungguh menyeramkan, belum lagi perut terasa mual saat tangan dokter merogoh-rogoh mengambil bayinya.

Ga lama aku melihat bayinya diangkat ke atas kakinya & digonjang2. Kemudian mulai menangis, sungguh untuk pertama kalinya aku langsung jatuh cinta dengan suara tangisannya. Si bayi diciumkan ke pipiku & langsung dibawa keruangan karna dikhawatirkan meminun air ketuban yang sudah berwarna hijau.

bayi boyku lahir pukul 18.30 wib tanggal 23 Juni 2014, dengan panjang 48cm dan berat 3 kg. Alhamdulillah terlahir sehat & lucu.

Dengan ini lengkaplah aku menjadi seorang perempuan 😊. Untuk kelanjutannya dsambung nanti yah.

Good nitee semua 😎

Hamil Zidan

Sungguh… Aku malu manteman, krna janji manisku tak terpenuhi kwkwkwk… Setelah bertahun2, akhirnya aku mulai lanjutin lagi perjuangan nulis tentang kehamilan Zidan. Padahal skrg aku uda punya 2 anak aja loh πŸ˜‚

Awal kepasifanku ini sebenernya akibat lupa ama pasword, ujung2nya menikmati hingga kebablasan jadi emak-emak kuper & ga niat buat nulis lagi.

Wokehh.. Kita lanjut yah, dari pada ngarongidul ga jelas.

#Trisemester 1 (4w-12w)

Ini minggu2 pertama aku tau kalo lagi berbadan dua. Thks to Allah SWT yang sudah percaya sama kami. Suami juga di awal2 kehamilan jadi super protektif, dikit-dikit serba ga boleh, dikit-dikit harus ini dan itu. Misalnya dalam sehari aku disuruh banyak-banyak makan pisang karna kata dokter pisang bagus banget buat bumil, padahal sebenarnya aku ga suka makan pisang πŸ˜’.Β Belum lagi kalo berkegiatan dikit-dikit dibilang jangan capek lah & bla.. Blaaa…blaa.. Intinya selama 2 minggu akuhhh dipingit sama pak suami dirumah. 😀

Sampai akhirnya kebebasan itu tiba, jadwal kontrol lagi ke dokter, suami saranin cari yang dekat2 aja, jadi pilihnya dr. Heriyadi lagi. Padahal daku ga syukaa sama pak dokter karna bilang kalo aku belom tentu hamil dengan gaya bicara si dokter yang menurutku terlalu ceplas ceplos (yg ujung2nya gue jatuh hati sama ceplas ceplosnya ni dokter). Menunggu nomor antrian itu sungguh bikin resah, bawaannya pingin pipis terus aja nih, mana antrian ke dokter sama kayak ngantri sembako sangking lama & puanjanggg banget.

Akhirnya tiba juga giliran kami masuk, dr. Heriayadi mengucapkan selamat atas kehamilanku, kemudian dokter mulai memperbesar speaker yang berbunyi “dug…dug…dug..” belom sempat ditanya, keburu udah dijelaakan kalau itu suara dari detak jantung buah hati kami. Aku dan suami saling pandang, dan ga terasa air mata menetes sangking bahagianya.

Trisemester pertama ini kulalui hari-hariku dengan sangat menyenangkan, dimana ga ada namanya morningsickness, cuma sedikit sakit telinga krna pengaruh hormon. Krn ga mual, Yang ada makan mulu sampe pipiku gembil. Paling asyik bermalas2an dikasur sambil nonton film & baca novel horor (ntah kenapa hamilnya si Zidan aku terobsesi sama hal berbau mistis)πŸ˜…. Β Untuk diketahui, berat badanku ini disuport pak suami yang selalu nawarin mau makanan & camilan apa setiap malamnya .😁 loveee uuu pap😍😘

#Trisemester 2

*12w

Ini masa dimana konsul ke dokter lagi & diceramahin soal BB ku. Mosok yah baru aja hamil dan BB sudah naik 5 kg. πŸ˜… disini aku disaranin untuk menjaga pola makan, intinya jangan sampai kebablasan. Usia 12w perkembangan bayi semua sesuai dengan usianya.

*16w

Krna uda sering searching ke google, jadinya aku uda hatam nih. Kalo masa 16w itu jenis kelamin baby uda nampak. Jadi dengan Pedenya pagi-pagi gue ajak suami kontrol lagi ke dokter heriyadi untuk 4D krn biasanya kan USG 2-3d saja. Dokternya bilang wokeh2 aja.. Tapi pas di cek babynya nutupin. Digoncang2pun ga mau kasih liat ke kami, ada kali 1/2 jam diruang dokter tapi bayinya tidur & ga mau bergerak.

Balik dari dokter langsung cus ke rumah mertua, kebetulan kk ipar yang di jakarta pulkam ke palembang. Kami biasa memanggilnya ‘Yuk Eva’. Tujuannya ke Palembang ternyata mau ngadain syukuran atas kehamilan pertamanya, usia janin sudah 7 bulan. Jadi karna hamilnya berdekatan jadi syukurannya dibarengin malam itu juga (yuk Eva 7 bulanan & aku 4 bulan). Untuk diketahui, acara ini tanpa perencanaan. Jadi tiba2 saja karena aku pun tak tahu menahu. 😁

Yuk Eva cerita kalau janin yang dikandungnya perempuan, sementara ada beberapa keluarga yang nanya ke aku tapi kubilang belom tahu.Β Sedih dong pastinya, akhirnya bujuk2 suami untuk priksa lagi malam ini (kalo ga salah sdh jam 10 malam) juga ke dokter yang berbeda. Akhirnya kami pergi ke klinik (ntah apa namanya aku lupa) dan keliniknya nyaris sudah mau tutup. di klinik itu, ternyata yang praktek dr Abraham tetangganya suami. Jadi bisa leluasa ngobrol & tanya2, belom lagi kami digratisin biaya USG nya, mayan banget kan yah, jadi hanya nebus vitamin aja.Β Alhamdulillahnya, baru juga tu alat nempel di perut langsung keliatan kalo yang ku kandung berjenis kelamin laki-laki. 😍😘 dokter juga bilang BB ku ga bermasalah sih. (Jadi akunya santai aja kalo makan terus πŸ™ˆ)

*20w-24w

Masa2 ini berat badanku menggila, sampai2 baju sudah ga muat lagi. Semua harus beli baru, mulai dari pakaian dalam, baju, celana hingga sepatu 😩

Dokter sudah wanti2 suruh diet makan nasi, krna BB sudah naik 5 kg lagi. Dan disuruh olahraga. Jadi total kenaikan BB ku dalam kurun 1 bulan sudah 10 kg 😰😱. Namun apa daya dok.. Ku tak sanggup dipisahkan sama nasi 😱 akoohh mual kalo lavar..

Alhasil masih tetap makan nasi, cuma porsinya lebih kecil aja. Suami yang penganut sistem “sayang mubazir” pun akhirnya makan makanan punyaku, padahal si doi uda lebih dulu ngabisin porainya dia. Dan jadilah kamiΒ membulat bersama, hihihi.. Kalo inget masa ini sungguh ku mau ketawa.

Untuk olarganya sendiri, aq dlu beli buku tetang yoga hamil & hypnobirthing jd aq praktekin itu saja dirumah nyaris setiap hari. Krn kalo senam hamil posisinya ke jauhan dr rumah ke pusri ato hermina (dl yang ada cuma 2 RS itu)

*26w-32w

Masih dengan wanti2 yang sama dr pak dokter, Bb sungguh ga pernah turun meski sudah kurangi makan nasi. Akhirnya dokter bilang say no rice, say no sugar, dan say no vitamin lagi. So, aku hanya konsumsi buah, roti & lauk2 serta sayuran aja nih (awalnya ini yah.. Ujungnya masih juga makan manis2 dan nasi).

Dibulan ini juga, seluruh badanku mulai gatal2. Awalnya aq garuk2 tapi lama kelamaan bekas garukan menjadi merah & pecah2. Okehh.. Okeh.. Karna BB ku ini aku dipenuhi dgn streachmark. Sungguh ini menakutkan & bakal jadi masalah nanti seusai kehamilan.

*36w-40w

Streackmark semakin banyak karna memang BB ku naik terus, di usia kehamilan ini Bb ku sudah naik hingga 17kg. 😒 Penyakit mulai berdatangan, mulai dari sakit kepala hingga dada yang berasa terbakar (heartburn), keringat berlebihan. Minggu2 ini masa sering bolak balik ke dokter krn dadaku sakit. Akhirnya aq bener2 kapok sama yg nasi & yang manis2.

Menjelang melahirkanpun, seluruh badanku bengkak, mulai dari kaki, tangan hingga ke pipi πŸ™ˆ (kata dokter keracunan hamil) opsinya kalau 2 mnggu lagi tak melahirkan terpaksa harus SC.

Posisi bayi juga belum menghadap bawah & kelilit tali pusar. Krna penganut sistem lahir normal lebih keceh, jd aku berusaha untuk lahiran normal saja. Dokter menyarankan Aq banyak2 posisi sujud untuk memperbaiki posisi si janin.

Minggu depannya aq cek lagi dan alhamdulillah posisinya sudah bener nih. Oh yah, setiap malam aku merasakan konpal uda kayak waktu lahiran aja. Suami pun mungkin uda bosan kali yah dengar aku bilang mau lahiran. Kwkwkkw

Ntah pagi, siang, ataupun malam kalau uda sakit langsung minta antar ke bidan dekat rumah buat cek bukaan, dan nyatanya belom ada bukaan sama sekali. πŸ™ŠπŸ™ˆ

4 hari dari tengat waktu SC yang diberi dokter, ternyata belom ada tanda-tanda mau lahiran. Kebetulan Cek mi lagi pulkam ke Palembang, dia ajak priksa ke Bidan senior (lupa namanya) dan meminta dengan bidan untuk pasang induksi biar cepat lahiran tanpa harus SC. Kemudian ditolak, dan dikasih resep untuk 3 hari biar kontraksi aja. Malamnya aq minum 1/2 tablet. Ga ada reaksi apapun, paginya masih minun 1/2 tablet. Kemudian aq dan suami pergi ke rumah mertua, kebetulan mertua lagi sakit & dirujuk ke rumah sakit.

Aq & suami untuk sementara tinggal di rumah mertua bersama adik2 ipar, balik pulang dari menjenguk bapak mertua, perut terasa mulas. Pikirku ini juga pasti konpal nih..

Tapi makin lama makin sakit, mungkin sekitar jam 2 atau 3 aq bangunin suami & bilang kalau mau lahiran. Suami yang sudah kebal dengan kalimat itu, akhirnya nyaranin buat tidur dulu. Pak suami usap2 perut sambil bilang ke janin kalau jangan gangguin mama. Cuma yah, namanya sakit tetap ga bisa tidur sampai subuh. Dan suamipun sama ga bisa tidur karna diajakin ngobrol terus sama aku. Pas pipis mau solat subuh terus di CD ada darah, kaget dong pasti. Terus bilang ke suami positif kalau udah mau lahiran, krn sdh ada tanda2nya. Suami cepet2 shalat & beliin sarapan buat energi ku biar tetap fit pas lahiran. Setelah makan, aku, suami dan Erina (adik ipar) pergi ke RS Bunda Palembang.

Drama2 lahiranya sambung di tulisan lainnya ya guysss.

Nb: foto kolase 4D bang Zidan 😊

 

 

 

 

 

 

 

 

menunggu & menggalau

Okei kita mulai merekap kejadian 2 tahun silam yah. Dimulai dari edisi menggalau & menunggu

*febuari 2013
Ini bulan favoritnya aq dmn tiap bulan di tanggal 26 slalu dpt hadiah spesial dr mantan pacar (baca suami) yaeyalah ini bulan kelahiran aq kali yah.
Sblum ulta uda berharap banyak dapet kado spesial dari Allah SWT berupa 2 garis merah. Eh ternyata gagal maning… Tapi belom ngegalau kok kan masih mikir baru juga 3 bulan. Masih pengantin baru. Statusnya santaiii brooo.

*Maret
Bulan ini uda mulai banyak kicauan2an yang tanya ‘uda hamil blm?’
Isshh… Mulai bete cuma masih disabar-sabarin kan masih 4 bulan juga yah.

*April
Dibulan ini hati mulai was-was, otak mulai ga waras. Bawaannya keselllll, sebel & bete liat si M dateng tepat waktu. Alhasil yang tadinya masih adem ayem sm suami ini malah rajin berantem trmasuk dengan cek vi (kakak perempuan). Nah dibulan ini, suami inisiatif ngajak pindah rumah. Alasannya simple biar si istri tenang & ga mudah stres.

*Mei
Dapet kabar temen kantor & temen kuliah hamidun bikin badmood berkepanjangan alhasil siklus M jadi kacau balau. Alaaahhh, kok bisa2nya ya aq jadi jahat gini y tp hati beneran ga bisa dibohongin deh. Belajar berbahagia dengan mereka meski terluka *lebai*. Dibulan ini aq mulai rutin ke dokter, kan awalnya mikir telat gara2 hamil ga taunya siklusi berantakan jadi dimulailah secara resmi kunjungan kedokter dibulan ini untuk atur siklus haidku.

*Juni
Kuping mulai panas dengerin keluarga uda pada nanyain kapan hamil mulu. Nah bulan ini juga kk ipar perempuanku nikah jadi banyak keluarga dari daerah pada datang. Stiap ketemu pasti nanyain ‘uda isi blom?’
Dikirainnya gw tahu isi apa??? *emosi tingkat dewa
Malah sblum acara nikah mulai aq ngabur dari sana smbil nangis soalnya ga tahan denger org ngomongin aq T_T

*Juli
Hati sedikit adem karna masuk bulan puasa, berharap dibulan penuh berkah ini bisa dapet karunia dr Allah. Mulai rajin shalat & berdoa siang mlem & rajin kontrol ke dokter alhmdulillah terapi siklus haidnya berhasil. Aq nya maksain dokter buat promil eh malah diketawain, disuruh nikmati dlu masa 1 tahun pernikahan. aaihh..
Tapi dibulan ini aq mulai rajin ke alternatif, semisal ruqyah 1 minggu sekali smpe urut tradisional yg bayarannya mihil ngalahin ke dokter

*agustus
Ulthanya suami berharap kasih kado spesial malah kagak bisa jd bikin sedih deh 😦
Padahal uda telat haid 2 minggu loh. Uda priksa ke dokter mustopa dibilang ad gumpalan tapi belom bisa dipastiin itu kantong janin apa bukan. Yang ada malah dikasih obat untuk ngatur siklus haid lagi :-(. Pulang dr RS malah jadi meloww nangis, kesel & BT blom hamil2. Bsok sorenya perut mules melilit & keluar darah banyak + keluar daging kecil. Jam itu juga langsung cuss ke Rika Amelia tp dokter prakteknya ga ada. Lanjut ke RS Bunda Fatimah, dokter fatimah hanya bilang bisa jadi ada pembuahan trs dikasih resep obat tp lupa merknya apa. Eh tapi nih darah kagak berhenti2 smpe 15 hari loh bikin ngeri.. Balik k RS bunda fatimah lagi trs dikasih obat buat berhentiin haid skligus ngatur masbur.

*september
Dapet kabar kk ipat uda hamil aje bikin melow & menyalahkan diri sendiri.
Karna kasihan liat aq kali, suami inisiatif ngajak liburan 10 hari ke bengkulu. Kira2 semacam honeymoon kedua πŸ˜€
Disitu stress mulai ilang. Pulang dr bengkulu mulai deh balik kontrol lagi ke dokter mustopa. Kagak ada badai, tiba2 dokternya lgsung bilang ‘yuk.. Kita mulai promil’
Kaget bukan main pas dengernya
Tapi si suami colak colek smbil blg blm ad duit kwkwkw

Mungkin krn niat baik ada aja rezekinya jdi bisa deh dipake untuk serangkaian tes buat kami berdua & alhamdulillah hasilnya semua baik. Hanya baru diketahui kalo rahimku sedikit unik karna tertekuk kedalam (retro flexy) ini salah satu penyebab sulitnya hamil.
Dokter suruh kami buat dateng kontrol lagi pas haid hari ke 2.
Beberapa hari kemudian, aq ama suami uda dateng dengan perasaan was-was. Dhati istri bahagia sementara suami waspada πŸ˜€ (baca: takut duit kagak cukup)
Disitu dokter ngecek rahim pake USG trans V. Diresepin obat penyubur slama 5 hari yg paitnya minta ampun (harus dimakan dijam yang sama) + vit E slama 1 bulan & vit asam amino. Nah resep buat si suami yang lebih mahal lagi. Ini selama 2 minggu wajib diminum.
Keluar dari RS biaya yang dikeluarkan + obat nyaris 1 juta. X_X
Dokter suruh datang satu minggu lg.

Kontrol berikutnya dokter cek rahim lagi disana ukuran sel telur sebelah kanan uda ada 3 yang besar-besar πŸ˜‰
Ditawarin buat suntik pematang tapi ditolak ama kami karna hargamya mahall menn…

1x suntik 750 ribu x_x
Kata si dokter ini buat memperbesar peluang jadinya bayi tp kami urungkan krn ga punya uang. Dikontrol ini dikasih tau ama dokternya masa suburku & jadwal berhubungan. Dan disuruh kontrol lagi 2 minggu kemudian buat ngeliat uda berhasil ap blom programnya.

*oktober
Bulan ini si Nuha dititip sama aq krn ayah &ibunya berangkat ketanah suci*yeeyhh ga berasa kesepian lagi deh. Jdi uda ga pikiran buat berhasil apa ga promilnya lagi hohoho
Malah aq kelupaan klo harus kontrol lagi seblum hari raya idul adha yang ada malah kebablasan.

Bulan ini juga mulai rajin ngaji 1 juz per hari & rajin sedekah. Minta doain juga ama cek mi biar cepet terkabul doanya ;-).

Sangking pasrahnya, aq malah nyantai aja lebaranan
keliling naik motor kerumah keluarga & ga cape2. Bsoknya baru nyadar kalo belom haid. Beraniin TP hasilnya 2 garis samar *yeayhhh
Nangis ga berenti2 langsung telpon suami, yang mana si suami langsung balik kerumah sambil nangis berpelukan hihihihi *lucukk
Eh langsung deh kirim gambar TP 2 garis sm cek mi yg lagi di makkah ;-).

Besoknya ngajak nuha buat kontrol ke dokter mustopa, cuma karna dokternya libur jd malh periksa ke heriyadi manan pas dia priksa dibilang ga hamil 😦 cm ad kantong kosong & ga ada janin
ngedropppppp gw.
Disuruh balik lagi 1 minggu kemudian

Krn ga sabar nunggu 1 minggu, bsoknya langsung cuss ke RS Azzahra periksa ama dokter Zaelani. Nah disana lagsung dibilang slamat yah uda jadi mama & papa πŸ˜₯ *akuuhhhh terharuuu

Dengan dinyatakan hamilnya aq. Berakhirlah sudah masa menggalaunya..
Yg ada happy pregnant :-*

Cerita kehamilanku berlanjut ditulisan berikutnya yahhh